Monday, October 27, 2008

PROSPEK BISNIS WALET YANG TERUS MENGELIAT




Budidaya burung walet belakangan ini terlihat makin marak dan mengejala. Hampir di berbagai daerah di Indonesia selalu dijumpai bangunan khas untuk budidaya burung berliur mahal ini. Animo masyarakat terhadap bisnis ini selain harga sarangnya yang mencapai 25 juta/kg, juga pangsa pasar yang semakin cerah. Sarang wallet ini dikonsumsi sebagai makanan kesehatan.

Sebagian besar kebutuhan sarang walet dunia dipasok dari Indonesia yaitu mencapai 80% sisanya disupply dari Vietnam,Thailand, Malaysia, Myanmar, China dan filipina. Target pasar utama sarang walet Indonesia di luar negeri yaitu Hongkong, Taiwan, China. Pasar China

Besarnya kebutuhan terhadap sarang wallet dari Indonesia ini terlihat dari jumlah importir. Untuk Hongkong terdapat 16 importir diantaranya Yuen Wo Bird's Nest Co.Ltd

Sayangnya prospek pasar yang sangat bagus dan semakin cerah ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang benar dalam budidaya wallet. Produksi sarang walet Indonesia dalam beberapa item, misalnya ketebalan sarang, bentuk sarang dan warna sarang kualitasnya masih kurang bila dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam. Ini disebabkan teknis pengelolaan budidaya wallet yang masih tradisional.Kasus yang umum terjadi pemilik gedung engan membersihkan gedungnya dan membiarkan kotoran wallet bertumpuk hingga tebalnya mencapai 30 cm. Hal ini jelas menyebabkan warna sarang menjadi kuning atau kecoklatan. Masuk akalkah bila produk untuk kesehatan diproduksi dari gedung yang kotor?

Pengelolaan tradisional juga akan mengakibatkan produksi sarang wallet sebuah gedung bisa menyusut dari tahun ke tahun. Kasus ini sering terjadi di propinsi bangka belitung , lampung, Kalimantan Barat, Jambi, Hargeulis, Cilamaya, Lasem, Pasuruan. Mengapa penyusutan produksi sarang burung wallet terjadi? Kemana burung pergi?
Jawabanya : wallet berpindah ke gedung lain yang kondisi iklim mikro dalam gedung lebih kondunsif, serta pengeloaan gedung yang professional. Gedung yang dikelola secara benar, produksi waletnya cepat berkembang dan dengan demikian produksi sarangnya terus meningkat. Dan kasus migrasi wallet terjadi dari gedung yang kurang terawat ke gedung lain yang terawat dengan baik.

Bagaimana dengan gedung anda? Sudah terawat dengan baikkah?

No comments: